10/16/2012
0
Percabangan dalam bahasa pemrograman disebut juga pengkondisian dalam menentukan keputusan(seleksi), sehingga bila kondisi tertentu memenuhi maka akan diambil keputusan berdasarkan kondisi yang terpenuhi tersebut. Dalam bahasa pemrograman delphi dikenal dua percabangan yaitu pernyataan if (if statement) dan pernyataan case of (case of statement), kalau dalam bahasa pemrograman VB dikenal dengan Select Case, dalam PHP dikenal dengan switch case sedangkan untuk pernyataan if sendiri semua bahasa pemrograman menggunakannya ( ditulis dengan kata yang sama yaitu “if” ).


Masing-masing percabangan di delphi tersebut bisa ditulis dalam berbagai format baik percabangan if maupun percabangan case of, dan akan kita bahas satu persatu hanya di tutorial percabangan delphi ini. Dalam percabangan if dikenal juga istilah if bersarang atau percabangan berantai istilah kerennya disebut nested if. Apa itu nested if/if bersarang/percabangan berantai? percabangan if dikatakan if bersarang bilamana statement if terdapat di dalam statement if, sederhananya “if dalam if”. Untuk lebih memahaminya nanti saya jelaskan di bawah dan juga saya berikan contoh program percabangan ( source code/script programnya ).
Nah sebelum ke pembahasan, saya mau tampilkan gambar program dari tutorial percabangan delphi ini :
Gambar tutorial percabangan delphi untuk pemula dan contoh programnya

Percabangan if (if statement) di delphi

Ada dua bentuk pernyataan if yaitu if…then dan if…then…else.
Cara/format penulisan if…then adalah if kondisi then proses;
Contoh 1 :
1
2
// kondisi          proses
if angka >= 60 then hasil := 'Bagus';
Cara/format penulisan if…then…else adalah if kondisi then proses1 else proses2;
Contoh 2 :
1
2
// kondisi          proses1               proses2
if angka >= 60 then hasil := 'Bagus' else hasil := 'Jelek';
Bisa juga ditulis seperti ini :
1
2
3
4
5
// kondisi
if angka >= 60 then
    hasil := 'Bagus' // proses1
else
    hasil := 'Jelek'; // proses2
Atau seperti ini :
1
2
3
if angka >= 60 then
    hasil := 'Bagus'
else hasil := 'Jelek';
Atau juga seperti ini :
1
2
if angka >= 60 then hasil := 'Bagus'
else hasil := 'Jelek';
Terserah teman-teman pilih yang mana karena itu sama saja.

Percabangan if untuk proses yang lebih dari satu

Nah bila proses yang akan dilakukan lebih dari satu, cara penulisannya harus disertai begin [proses-proses] end;. Contohnya sebagai berikut:
Contoh 3 (untuk pernyataan if…then) :
1
2
3
4
5
if angka >= 60 then
begin
    keterangan := 'Nilainya bagus';
    hasil := 'Bagus';
end;
Contoh 4 (untuk pernyataan if…then…else) :
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
if angka >= 60 then
begin
    keterangan := 'Nilainya bagus';
    hasil := 'Bagus';
end
else
begin
    keterangan := 'Nilainya Jelek';
    hasil := 'Jelek';
end;
Bisa juga ditulis seperti ini :
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
if angka >= 60 then
begin
    keterangan := 'Nilainya bagus';
    hasil := 'Bagus';
end else begin
    keterangan := 'Nilainya Jelek';
    hasil := 'Jelek';
end;
// Atau penulisan seperti ini juga tidak masalah biar tampak singkat
{
if angka >= 60 then begin
    keterangan := 'Nilainya bagus';
    hasil := 'Bagus';
end else begin
    keterangan := 'Nilainya Jelek';
    hasil := 'Jelek';
end;
}
Contoh 5 (contoh lain untuk pernyataan if…then…else) :
1
2
3
4
5
6
if angka >= 60 then
begin
    keterangan := 'Nilainya bagus';
    hasil := 'Bagus';
end
else hasil := 'Jelek';
Bisa juga ditulis seperti ini :
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
if angka >= 60 then
begin
    keterangan := 'Nilainya bagus';
    hasil := 'Bagus';
end else hasil := 'Jelek';
// Atau penulisan seperti ini juga tidak masalah biar tampak singkat
{
if angka >= 60 then begin
    keterangan := 'Nilainya bagus';
    hasil := 'Bagus';
end else hasil := 'Jelek';
}
Ingat untuk contoh 4 dan contoh 5 tidak ada tanda titik koma sebelum else (antara end dan else) karena masih dalam hitungan satu blok atau satu barisan kode program.

if bersarang di delphi

Seperti yang di jelaskan di atas, if bersarang atau percabangan berantai adalah if di dalam if. Berikut syntax penulisannya :
if kondisi1 then if kondisi2 then proses1 else proses2;
Dalam penjabaran atau pengerjaan prosesnya ada dua cara yaitu :
if kondisi1 then [ if kondisi2 then proses1 else proses2 ];
if kondisi1 then [ if kondisi2 then proses1 ] else proses2;
Contoh 6 (Penjabaran I) :
1
2
3
4
if angka >= 60 then
    if angka < 80 then hasil := 'Bagus'
    else
        hasil := 'Memuaskan';
Atau bisa juga ditulis begin [ pernyataan if ] end; seperti ini :
1
2
3
4
5
6
if angka >= 60 then
Begin
    if angka < 80 then hasil := 'Bagus'
    else
        hasil := 'Memuaskan';
end;
Contoh 7 (Penjabaran II) :
1
2
3
4
5
6
7
if angka >= 60 then
Begin
    if angka < 80 then
        hasil := 'Bagus';
end
else
    hasil := 'Buruk';

Percabangan case of (case of statement) di delphi

Setelah membahas percabangan if, sekarang pembahasan kita mengenai percabangan case of, saya harap tetap semangat :) . Opss!!…. Kopinya udah habis belum, klo udah habis tambah lagi saja :D sambil lanjut membaca.
Oke teman-teman, percabangan case of memiliki format penulisan sebagai berikut :
1
2
3
4
5
case selectorExpression of
    caseList1: statement1;
      ...
    caseListn: statementn;
end;
Percabangan case of juga bisa memiliki else seperti ini formatnya :
1
2
3
4
5
6
7
case selectorExpression of
    caseList1: statement1;
      ...
    caseListn: statementn;
else
    statements;
end;

Penjelasan case of dan peraturan

  1. selectorExpression adalah ekspresi atau yang terpilih dan harus berupa angka dengan tipe ordinal, tidak boleh bertipe string. Tapi jika teman-teman ingin tahu bagaimana triknya case of menggunakan string, silahkan baca di tutorial membuat percabangan case of di delphi 7 menggunakan string yang sudah saya tuliskan sebelumnya.
  2. caseList adalah daftar pilihan.
  3. statement adalah proses yang akan dilakukan bila kondisinya memenuhi.
Adapun peraturan-peraturan/kriteria yang perlu diketahui adalah sebagai berikut :
  1. selectorExpression harus berupa angka dengan tipe ordinal, tidak boleh bertipe string.
  2. Setiap caseList memiliki bagian dari salah satu sifat berikut:
    • Berupa angka atau sebuah konstanta dengan tipe data ordinal.
    • Nilai caseList adalah unik antara caseList yang lainnya, jadi tidak boleh sama.
    • caseList bisa memiliki subrange. Misalnya pertama..terakhir dan nilai pertama harus lebih kecil atau sama dengan terakhir.
    • Dapat memiliki bentuk item1, …, itemn dimana item sudah memenuhi salah satu kriteria yang sudah disebutkan di atas.

Contoh percabangan case of

Contoh 8 :
1
2
3
4
case angka of
    1: keterangan := 'Angka yang dipilih adalah 1';
    2: keterangan := 'Angka yang dipilih adalah 2';
end;
Nah berikut adalah contoh gabungan dari kriteria yang sudah saya sebutkan di atas :
Contoh 9 :
1
2
3
4
5
6
7
8
case angka of
    1: keterangan := 'Angka yang dipilih adalah 1';
    2: keterangan := 'Angka yang dipilih adalah 2';
    3..5: keterangan := 'Angka yang dipilih mulai dari 3 sampai 5';
    6, 8, 9, 11..20: keterangan := 'Angka yang dipilih adalah 6 atau 8 atau 9 atau dari 11 sampai 20';
else
    keterangan := 'Angka yang dipilih tidak dalam daftar';
end;
Bila percabangan case of ini memiliki proses/statement lebih dari satu bisa ditulis menggunakan begin [proses-proses] end;, berikut contohnya :
Contoh 10 :
1
2
3
4
5
6
7
8
case angka of
    1: keterangan := 'Angka yang dipilih adalah 1';
    2:
    begin
        keterangan := 'Angka yang dipilih adalah 2';
        keterangan2 := 'Angka tersebut adalah bilangan genap';
    end;
end;
Saya yakin teman-teman yang pemula pasti bingung dengan syntax-syntax di atas, tidak usah bingung pada intinya percabangan di delphi ini hanya dua yaitu if dan case of. Pernyataan if yaitu if…then dan if…then…else serta if bersarang(nested if) sedangkan case of ya seperti yang sudah di jelaskan di atas, jadi sebenarnya tidak begitu rumit hanya cara penulisannya yang perlu di mengerti selain dari logikanya itu sendiri. Saran saya biar mudah mengerti tuliskan rangkumannya di buku catatan, pengalaman saya belajar dengan cara tersebut lebih memudahkan dalam proses pemahaman.
Setelah membaca penjelasan case of dan peraturannya di atas, mungkin ada di antara teman-teman masih ragu-ragu dan bertanya dalam hati, apakah bisa percabangan case of menggunakan string? sekali lagi saya menjawab bisa!…, namun memerlukan trik tersendiri. Nah trik tersebut bisa di temukan di tutorial saya mengenai percabangan case of menggunakan string.
Nah tentunya agar teman-teman semua jauh lebih mudah memahami dan lebih kerasa afdol silahkan download/unduh source code/script programnya di sini hanya di tutorial percabangan delphi 7. Jangan sungkan juga untuk berkomentar bila menemui kesulitan dalam belajar ya :) .

sumber artikel

0 komentar:

Post a Comment